5 Kebiasaan Yang Harus Kamu Hilangkan Jika Kamu Ingin Mencapai Kesuksesan

Bila anda anak 90an, tentu langsung ikut nyanyi saat menyimak sepenggal lirik lagi Cuma Khayalan dari Oppie Andaresta di atas. Menjadi kaya, memang memberikan tidak sedikit kemudahan. Ini tersebut tinggal gesek tidak perlu tidak sedikit pertimbangan. Toh, tidak sedikit uang yangdapat digunakan. Namun pasti saja menjadi kaya tidak semudah itu. Kecuali bila anda keturunan jutawan yang kekayaannya tidak berakhir dimakan hingga tujuh turunan ataupun menang undian yang hadiah milyaran. Namun bila anda bukan keduanya, berarti anda harus berjuang keras guna menjadi kaya. Tapi percuma anda berkhayal menjadi orang kaya, bila kebiasaan-kebiasaan ini masih sering anda lakukan. Agen Poker Online

1. Selalu saja ada dalil untuk menunda pekerjaan. Sikap malas-malasan tidak butuh pembelaanBanyak dalil yang kamu pakai untuk mengerjakan pembenaran atas rasa malasmu. Terus-menerus menunda, hingga akhirnya waktu selesai dan anda belum mengerjakan apa-apa. Rasa malas ialah musuh utama dalam diri. Mungkin itulah yang menciptakan mimpimu seolah tak tergapai. Karena anda terlalu malas guna memulai tahapan kesatu. Hari-hari yang seharusnya produktif melulu kamu habiskan dengan kegiatan yang tak terdapat faedahnya. Sudah, tak perlu tidak sedikit membela diri. Selama anda masih menghidupi kelaziman malas ini, usahakan anda tidak tidak sedikit bermimpi.

2. “Duh….kayaknya nggak ruang belajar deh bikin aku.” Mau kaya atau mamam gengsi, Kak?Nebeng teman, gengsi. Minta minum, gengsi. Pakai barang murah, gengsi. Naik kendaraan umum, gengsi. Hidup bakal terasa lebih susah bila kitaterlampau mementingkan gengsi. Harga diri memang mesti diletakkan setinggi-tingginya supaya tidak terinjak orang, namun tersebut tidak berarti anda harus gengsian. Mengurangi tidak banyak rasa gengsimu, kamudapat menjalani hidup ini dengan lebih mudah. Nebeng rekan yang searahdapat membuatmu lebih irit uang ongkos. Membeli barang tidak butuh yang bermerk dengan harga yang buat dompet sekarat. Yang lebih penting ialah fungsi, bukan merk. Asalkan keperluan sudah terpenuhi, kenapa harusmelebih-lebihkan gengsi?

3. Kalau seluruh keluhanmu tersebut diuangkan barangkali sekarang anda sudah jadi jutawanMengeluh sekali boleh saja, sebab namanya pun manusia. Namun bila mengeluh masing-masing hari, tersebut namanya buang-buangpeluang saja. Hidup bakal terasa lebih berat bila anda terlalu tidak sedikit mengeluh. Toh, dengan mengeluhkan segalanya, hidupmu tidak bakal berubah bukan? Daripada mengeluh melulu, lebih baik mensyukuri segala yanganda miliki, dan andai itu dirasa belum cukup, anda harus segeraberjuang lebih keras lagi.

http://www.atm303.com/poker.html

4. Ghibah dan gosip jadi nama tengahmu. Dampaknya kelaziman ini memakanmasa-masa kerjamuKamu beranggapan bahwa tidur ialah kegiatan yang tidak produktif,tetapi bergossip barangkali lebih tidak produktif lagi. Saat tidur, tubuh mengerjakan proses-proses alami yang bakal menghasilkan enerjiguna esok hari, sementara ketika bergosip, kamu malah buang-buang enerji. Di rumah, nonton acara gosip. Ketemu tetangga, gosip. Ketemurekan lama, malah kupas kejelekan rekan lainnya. Bukankah apapun yangdilaksanakan orang dengan hidupnya, tidak akan dominan pada hidupmu juga? Bukankah daripada menguras waktumu untuk membicarakan hal-hal yang tidak terdapat hubungannya denganmu tersebut untuk berkarya? Bekerja danmenggali uang sebanyak-banyaknya?

5. Ini tersebut dibeli melulu demi menuruti kemauan hati. Besoknya sadar bahwa gajian masih lama dan duit di isi kantong tak adaTanggal gajian tiba membawa euforia tersendiri. Kita seketika impulsif untuk melakukan pembelian barang ini itu. Semuanya dibeli walau sebenarnya tidak butuh-butuh sekali. Semuanya melulu demi kepuasan diri. Belum lagi, terkadang kita pun terbiasa mengandalkan dana yang belum ada. Mentang-mentang tahu bulan depan bakal dapat bonus, kemudian kamubersenang-senang bulan ini. Akibatnya, sebelum gajian dan bonus datang, dompetmu telah kehilangan mayoritas penghuninya. Jangankan menabung. Kamu yang bersenang-senang di mula bulan, seketika miskin di pertengahan bulan. Bagi bertahan hidup, akhirnya menggali pinjaman ke sana ke mari. Kalau begini terus, kapan kayanya?

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *